brainstorming ide bisnis

Satu hal yang saya pelajari dari pandemi covid-19 adalah kita dipaksa untuk beradaptasi dengan dunia digital.

Kemajuan teknologi sejatinya seperti dua mata uang yang tak bisa dipisahkan. Dibalik manfaat besar yang ditimbulkan, terdapat pula dampak negatif yang dihasilkan. Semua itu tergantung dari kita selaku pengguna dalam memanfaatkannya. Kemajuan teknologi juga mengilhami orang banyak untuk membuka bisnis baru mereka.

Bisnis yang lahir-pun makin bervariatif. Dari yang butuh modal besar, hingga bermodalkan “kemauan saja” sudah bisa kita temukan dengan mudah. Banyak sekali contoh bisnis yang dibangun tanpa modal sama sekali. Hanya bermodalkan kemauan dan kreatifitas memanfaatkan barang dimiliki, sudah bisa menghasilkan ratusan ribu hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

Banyak orang yang telah menorehkan kisah suksesnya membangun bisnis hanya mengandalkan smartphone/pc. Kita juga bisa mengikuti jejak kesuksesan mereka, asalkan ada kemauan pasti akan ada jalan. Biasanya ide bisnis itu muncul dalam keadaan kepepet. Cuman, mau sampai kapan kita nunggu kepepet baru ide tersebut muncul?

Daripada buang waktu untuk nunggu kepepet baru bangun bisnis, mendingan mulai langkah pertama ngebangun bisnis. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah riset, baik riset pasar atau jenis bisnis yang mau kita bangun. Artikel ini khusus ngebantuin kamu buat nemuin ide bisnis yang paling cocok buat dijalanin. So, baca sampai akhir biar dapet semua insightnya!

1. Affiliate marketing

Ilustrasi data kunjungan dari produk yang dipromosikan
Photo by Carlos Muza on Unsplash

Affiliate marketing secara sederhana adalah proses mempromosikan produk/jasa miliki orang lain. Setiap kali ada pembelian yang dilakukan berdasarkan promosi yang kita lakukan, maka kita akan mendapatkan komisi. Sehingga affiliate marketing merupakan bisnis yang paling minim resiko atau bahkan tanpa resiko. Karena kita tidak akan mengalami kerugian apapun.

Affiliate marketing bisa kita lakukan dengan hanya bermodalkan kuota internet dan smartphone/pc yang kita miliki. Yang dilakukan untuk mendapatkan cuan lewat affiliate marketing adalah mempromosikan produk/jasa ke berbagai platform yang kita miliki. Semakin banyak kita mempromosikan produk/jasa semakin besar pula kemungkinan kita akan mendapatkan cuan.

Sebagian besar orang yang telah sukses menjalani bisnis ini membeberkan tips paling mujarab untuk mendapatkan cuan. Daripada kita menyebarluaskan link ke berbagai platform sosial media yang kita miliki. Lebih baik, kita fokus di salah satu atau dua platform dan menjadi expert dalam platform tersebut.

Misalnya, seperti ini: Budi merupakan pemain basket paling populer dan handal dalam sekolahnya. Ia memanfaatkan kondisi tersebut dengan rutin membuat content edukasi di instagram. Tujuannya untuk mengajak audiens budi untuk ikut termotivasi dan menjadi pemain basket yang handal seperti dia. Disela-sela konten edukasi yang dibuat oleh budi, ia menyisipkan beberapa promosi sederhana mengenai suatu produk dan mengarahkan audiens budi untuk melihat produk yang dipromosikan tersebut. Dengan harapan nantinya audiens budi tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Sehingga budi akan memperoleh keuntungan dari penjualan yang dihasilkan.

2. Dropshipp

Kata dropship mungkin sudah tidak asing lagi terdengar. Ide bisnis tanpa modal satu ini menjadi  primadona bagi siapa saja yang ingin memiliki bisnis tapi terkendala dengan modal. Kita hanya perlu mencari supplier dari produk yang akan kita jual. Kemudian mencari pelanggan yang tertarik untuk membeli produk tersebut.

Hal yang paling menguntungkan dari bisnis dropship ini adalah kita tidak perlu menyetok barang. Setelah mendapatkan supplier dengan kualitas produk tinggi, kita hanya perlu memasarkan produk tersebut. Jika kita menggunakan platform e-commerce untuk mendatangkan pembeli, kita bisa meminta kepada si supplier untuk mengganti pengirimnya dengan nama dari toko kita.

Keuntungan yang kita dapatkan bersumber dari selisih harga. Misalnya, harga produk A dari supplier sebesar Rp 15.000, sedangkan harga pasaran dari produk tersebut berkisar antara Rp 17.000 – 22.000. Maka kita hanya perlu menentukan harga yang masih masuk dalam pasaran, sehingga produk yang kita pasarkan mampu bersaing. Mungkin kita akan menjualnya dengan harga Rp 18.000 per produk, maka keuntungan kita dari setiap penjualan sebesar Rp. 3.000.

Langkah terakhir jika kalian tertarik menjalankan bisnis dropship ini adalah membuat promosi yang menarik, agar calon pelanggan mau membeli produk yang kita pasarkan. Semakin menarik promosi yang kita lakukan, maka semakin banyak calon pelanggan yang mungkin saja akan membeli produk kita. So, selamat berjuang!

3. Reseller

tulisan sale
Manfaatkan platform yang ada untuk optimalkan penjualan

Selain dropship, yang tak kalah menarik untuk dicoba adalah reseller. Perbedaan yang paling menonjol dari dropship dengan reseller adalah persoalan stok barang. Jika dropship kita tidak perlu menyetok barang dan bisa dilakukan hanya bermodalkan internet dan smartphone/pc. Sedangkan, reseller kita perlu menyetok barang dan tak jarang membutuhkan sedikit modal.

Keuntungan yang kita dapatkan dari bisnis reseller ini adalah kita bisa re-branding dari produk/jasa yang kita pasarkan. Selain mendapatkan cuan dari bisnis reseller, kita juga mampu membangun branding. Sehingga nantinya ketika sudah memiliki modal yang cukup, kita bisa membuka bisnis sendiri.

4. Freelancer

Ilustrasi seorang freelancer
Jual skill yang kamu miliki!

Apakah kamu seorang yang ulet?

Apakah kamu memiliki segudang skill?

Apakah kamu seorang yang mencintai kebebasan?

Jika 3 pertanyaan diatas kamu jawab dengan “YA!”, maka kamu bisa mencoba untuk menjadi seorang freelancer. Kamu bisa menjual skill yang kamu miliki, ke berbagai platform yang tersedia. Untuk bayaran, disesuaikan dengan jam terbang dan validitas skill yang kamu miliki. Sehingga penting untuk membuat portofolio dan juga cv untuk meyakinkan calon clientmu.

Keuntungan yang akan kamu dapatkan jika menjalankan bisnis ini adalah waktu yang fleksibel. Yap! Kamu sendiri yang mengatur jam kerja, sehingga kamu akan punya waktu lebih bersama keluarga. Berdasarkan data dari International Data Corporation (IDC) populasi freelance di US meningkat drastic. Pada tahun 2015 sebanyak 96,2 juta, dan pada tahun 2020 sebanyak 105,4 juta. Fantastis bukan?

Dalam industry digital saat ini, banyak perusahaan yang memilih untuk memperkerjakan freelancer ketimbang merekrut karyawan tetap. Sehingga peluang untuk mencoba ide bisnis ini terbuka lebar. Namun yang harus diperhatikan adalah bukan hanya kamu yang sedang menjalankan bisnis ini. So, kamu harus memiliki ciri khas dan bukti nyata hasil kerja kamu agar mampu memenangkan persaingan yang sangat ketat. Tertarik mencoba?

5. Jastip

Ilustrasi ibu-ibu yang sedang membeli titipan pelanggannya
Manfaatkan promo yang ada, dan cari barang terbaik

Jasa titip memang menjadi solusi untuk siapa saja yang mager keluar rumah tapi pengen belanja. Produk yang bisa kita tawarkan tidak ada batasan kategori dan harga. Selama kita pintar memanfaatkan peluang, serta mencari pelanggan. Maka produk apa saja bisa kita jual dengan mudahnya. Keuntungan yang kita dapatkan berasal dari selisih harga produk dan juga jasa kita yang harus dibayarkan.

Kita bisa mengambil produk dari supermarket/hypermarket terdekat dan menawarkannya kepada tetangga atau kerabat. Jika kita pintar memanfaatkan promo yang tersedia, maka bukan tidak mungkin keuntungan yang akan kita dapatkan bisa 2x lipat jumlahnya. Tantangan dari ide bisnis ini adalah ketersediaan produk dan juga promo yang ada untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Berdasarkan pengalaman seseorang yang telah sukses menjalan bisnis ini, mereka bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Kisah suksesmereka dibagikan ke platform Quora untuk menginspirasi orang lainnya agar tidak terlalu berpasrah dengan keadaan ekonomi yang sulit. Kamu juga bisa membagikan kisah suksesmu! Jadi, tunggu apa lagi? Mulai berbisnis sekarang!